links image

facebook twitter instagram soundcloud alharaz tumblr youtube chi.mp blogspot deviantart about me
Showing posts with label #kenangan. Show all posts
Showing posts with label #kenangan. Show all posts

Friday, April 20, 2012

Selamat Tinggal Kicauan-kicauan Merdu Kalian

Bismillah.

Depok, sore hari yang dimana terdengar suara riuh gergaji mesin didepan rumah, dan Maher Zain yang sedang bernyanyi dari dalam laptop.

Saat itu, siang menjelang sore yang amat nikmat sekali untuk melakukan ritual bermimpi, saya dibangunkan oleh sebuah bunyi mesin yang bernama gergaji mesin yang biasa orang gunakan untuk memutilasi tubuh-tubuh pohon, yang jika di film horror maka itu digunakan untuk memutilasi tubuh-tubuh yang lain. Bunyinya persis berasal dari depan rumah, dari sebuah lahan kosong yang ditumbuhi banyak tetumbuhan, dari ilalang, pohon pisang, sampai pohon besar yang saya tidak tahu apa namanya. Saya pernah berfikir, mungkin kelak, disana akan dibangun sebuah bangunan yang entah itu rumah lagi atau toko bangunan lagi atau catering lagi atau apa lagi. Saya berfikir begitu karena beberapa bulan sebelumnya ada tukang yang membangun pondasi-pondasi disekitaran tanah itu yang nanti mungkin akan dijadikan tembok pembatas bangunan.

Saya kemudian melihat keluar jendela dari dalam kamar dan membuka jendela agar tampak jelas apa yang sedang terjadi. Dan saya, astagaaaaa, saya terkaget, astagaaaaa, saya masih terkaget, begitu melihat tetumbuhan yang tumbang dipenggal mesin pemotong itu. Pohon-pohon pisang, rumput-rumput liar, serta pohon besar yang saya tidak tahu namanya itu sudah rata dengan tanah. Hanya ada 2 pohon yang masih berdiri, yaitu satu pohon pisang yang sedang berbuah dan satu pohon yang saya juga tidak tahu namanya yang tidak lama lagi juga mungkin atau pasti akan mengikuti jejak rekan-rekannya yang lain.

Ketika itu juga saya merasa syok campur bersyukur, campur ingin tahu, campur cemas, campur ngantuk, serta campur sedih. Tinggal ditambahi es dan sirup, maka akan menjadi es campur, es campur rasa perasaan. Saya syok karena tiba2 saja didepan rumah, lahan kosongnya sudah menjadi gundul. Bersyukur, karena saya sudah dibangunkan dan sudah diingatkan karena belum melaksanakan sholat Ashar. Ingin tahu, karena siapa yang sudah berani-beraninya melakukan perbuatan seperti itu. Oh ya, itu tukang penebang pohon ternyata yang melakukannya. Cemas, siapakah calon tetangga baru saya itu kelak, apakah lucu atau serius orangnya. Ngantuk, karena memang masih belum kenyang tidurnya. Dan sedih, karena hidup menjadi hampa. Hampa karena hewan penerbang yang senang twitter-an alias berkicau setiap pagi dan sore itu sudah diusir dari rumahnya yang digusur oleh tukang penebang pohon. Entah mereka pergi kemana dan akan tinggal dimana. Mungkin sekarang mereka menetap dirumah saudaranya yang rumahnya dekat dari sana untuk sementara waktu sampai mereka punya tempat lagi untuk membangun rumahnya. Atau mungkin mereka kembali kekampung halamannya.

Maka, tidak akan ada lagi yang setiap pagi dan sore rajin men-twit saya, yang selalu membawakan lagu indah untuk saya, yang setiap pagi dan sore hari selalu saya lihat mereka saling bermain kejar-kejaran dilahan kosong didepan rumah, saling ngobrol satu sama lain, saling membicarakan pohon-pohon yang setiap hari makin berkurang didaerah ini karena katanya sudah cukup tua dan membahayakan bangsa manusia, saling membicarakan dimana dan bagaimana caranya mendapatkan makanan yang baik, yang belum tercemar untuk kelangsungan hidup mereka, dan lain-lain serta lain-lain.

Sahabat-sahabat saya yang senang berkicau dari dulu sebelum Twitter dirasa lebih keren oleh bangsa saya, maafkan orang-orang dari bangsa saya yang selalu membangun rumah dengan menggusur rumah kalian. Maafkan saya yang juga tidak bisa melakukan banyak hal untuk melarang mereka, karena itulah hak mereka. Hak mereka yang melanggar hak kalian. Mudah-mudahan kalian mau memaafkan.

Saya hanya bisa berdoa dan berpesan kepada orang-orang dari bangsa-bangsa saya, kelak ketika kita, bangsa manusia, ingin membangun rumah dimanapun kita berada, sisakanlah pepohonan yang sudah ada sebelumnya, walau hanya satu. Jangan ditebang seluruhnya. Kalau itu tidak memungkinkan, tanamlah pohon dipekarangan rumah kita, karena itu kelak akan menjadi tempat tinggal bagi makhluk-makhluk hidup dan juga sebagai makanannya yang sesungguhnya sangat amat betul-betul berguna sekali banget-banget bagi kehidupan kita. Rasul SAW pun pernah berpesan, bahwa:

"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tetumbuhan kemudian burung, manusia, dan hewan ternak memakan buah-buahan dari pohon yang dia tanaman kecuali hal tersebut terhitung sedekah baginya."
(HR Bukhari 2152) 

dalam riwayat imam muslim terdapat tambahan kalimat:

"dan buah-buahan yang dicuri dari pohon tersebut maka hal itu adalah sedekah baginya"

dan juga tambahan:

"maka hal tersebut adalah shodaqoh baginya sampai hari kiamat." 
(HR Muslim no 1552)

Mudah-mudahan saja, calon tetangga baru saya yang nanti akan tinggal didepan rumah, akan menanam banyak pohon dipekarangan rumahnya, dan pada akhirnya saya bisa mendengarkan suara merdu kalian lagi, burung-burung yang senang menyanyi, disetiap pagi dan sore hari. Aamiin.
 
Alhamdulillah.

Alharaz, yang katanya lebih senang mendengar suara burung berkicau daripada 'kicauan' orang-orang terhormat digedung parlemen.

 
Sumber hadist:
- Kitab Bahjatun Nadzirin Syarah Riyadus Shalihin.

Penjelasan lebih rumit tentang hadist ini ada disini.

Tuesday, April 17, 2012

Percakapan dan Pertemuan Kembali dengan Ruli

Bismillah.

Depok, malam hari ketika ingin tidur tapi ngga bisa, karena ingin menulis hal ini.

Ini, saya tulis disini, percakapan yang ngga begitu penting bagi kalian. Tapi saya sungguh menyukainya, karena hal ini, kelak, bisa menjadi sebuah sejarah dan memori masa lalu yang indah untuk dikenang, bagi saya. Ini adalah percakapan SMS dengan Ruli, teman KKN saya yang orangnya suka ngobrol dan suka saya ajak gila2an. Mudah2an dia tetap waras dan tidak jera karena saya ajak begitu. 

Percakapan ini adalah percakapan dimana, intinya, saya mengajak Ruli untuk bertemu dan menginap dirumah saya, karena kebetulan Galih, teman KKN saya yang lain, juga akan menginap. Jadi ya, biar makin rame gitu dirumah. Jadi, beginilah percakapannya:

Ruli (R): Aslmkm.. Mahar.. Apa kabar ente..
Saya (S): Wasl. Alhamdulillah sehat, msh bisa kentut. (yang ini saya lupa percakapannya, jadi aja ngarang)

Besoknya.

R: Har sory baru bls.. Lu skg dimn??
S: Iya ga apa2. Masih disini ko Rul, setia dibumi.
R: HahahahahaH Gw kira lu udh di angkasa Jd skg aktif dimn??
S: Tadi sih sempet diangkasa, sekitar sepersekian detik, loncat. Skrg palingan lg aktif makan, minum, sama tidur. Sibuk bgt ya gw rul.
R: HahahahaH Msh aja gelo.. Jd udh kerja dimn lu skg??
S: Hehe. Sekali2 coba deh mjd 'gelo', asik lho! Kemarin sih sempet kerja freelance, tp skrg lg ngga.
R: HahahahaH...

Beberapa percakapan saya skip karena terlalu serius.

S: Rul, hari sabtu bsk mau nginep ga dirumah gw? ada Galih jg lho!
R: Boleh Boleh.. Ketemuan dimn jam brp atau gmn??
S: Ketemuan ddaerah Dpk, dperpus UI jg boleh. Eh, lo blm pernah ke UI ya?
R: Kurang ajar luu.. Pernah LAH naek sepeda malah gw ke UI.. Yaudah tar agak siangan gw ketemuan dulu sm temen gw di daerah Depok tar kita smsn ajaya
S: Okelah, mw ketemuan jam brp?
R: Yaudah paling abis Maghrib ya kita ketemuan di Margo atau t4 yg disepakati okehh??
S: Jgn diMargo, diDetos aja. Lo tinggal nyebrang. Lo nanti ksininya naik sepeda?
R: HahahahaH Kaggaaa LAH.. Naek angkutan umum aja

Keesokan paginya.

R: Har.. Gimn??
S: Gimana apanya??
R: Jadi atau engga??
S: Apanya yg jadi atau ngga??
R: Akh elu ini.. Ketemuan dodoL
S: Oh, blg tho nduk. Jadi donk. Mw ktmuan jam brp? Dmn?
R: Akhh dasar lu.. Di daerah sana ajalah yg enak dimn??
S: Yg enak mah y drmh aku atuh. Yaudah didpn detos aja. Nti ruli turun dmargo, trus nyebrang ya. Nti qt ktmu dsitu. Jam 5 sore. Sblmnya ruli mau kmn dulu?
R: Lu jngn Ruli Ruli kyk homo ajalu ah hahaha Lu gw ngapa.. Yudah jam 5 ya.. Jd gw turun di Margo trus nyebrang tar lu nunggu di situ??
S: Ga tahu nh mw ngomong lo gw tp akunya bosen. Tp yaudah deh, drpd nti hp ini hlg trs ad yg bka2, nti org yg bcanya syok. Iya, bgtu. Jam 5 y, 5 sore, bkn 5 shbuh.
R: HahahaH Geloo lu Har..

Siang harinya.

R: Har klo abis Isya aja bisa ga??
S: Oh, yaudah gpp. Gw jg bru ktmu galih maghrib nh.
R: Yudah kita janjian ketemuan aja di Detos atau Margo abis Isya gimana??
S: Hbs isyanya jam brp?
R: Terserah lu har.
S: Jam stgh 8 ya hbs shlt isya, insyaALLAH.
R: Oke har.
S: Rul, lo thu stasiun pondok cina dpk ga?
R: Knp emang Har??
S: Kl ruli thu nti ktmuan ddkt sana aja. Dkt sm detos ko.
R: Belakang Detos?? Stasiun Pocin??
S: Iya, nti kl udh ddkt stasiun pocin, tnya k org yg ad dsana msjd UI dmn gtu. G bgitu jauh. Nti qt ktmu dsana.:-)
R: Yasudah gw ke situ tar ya..
S: Hehe. Skalian jln2 di UI. Dtggu ya!
R: Abis Maghrib ajadah gimn??
S: Gw thu lo pasti kangen bgt sm gw, jdnya wktunya dpercepat biar bs ktmu gw. Sip, lbh dbolehkan tuh!
R: HahahahaH Yasudah gw shalat maghrib di masjid itu.. Lu bawa helm 2 Har..
S: Smakin mantap tuh! Oke, g pk helm di UI pun gpp, g ad polisi. Tp ntr gw bwa deh, tkt knp2.

Maghribnya.

S: Dah nyampe rul dmsjd UI?
R: Belum, lagi jalan nih kesana.
S: Ok sip, gw sm galih udh d sini ya.
R: Lu dimana har?

Pada akhirnya, kita bertemu didepan msjid UI. Kita ngobrol bertiga, memecah kerinduan. Kita ngobrol sampai adzan Isya diserukan dari msjid UI. Kita sholat Isya dan setelah itu langsung cabs makan malam di bakso kotak didaerah kukusan. Setelah itu pulang kerumah saya yang sengaja mengajak mereka untuk bermalam. Dirumah, kita kembali ngobrol hal2 yang mengasyikkan sampai larut malam.

Esok paginya, kita bersiap2 pergi ke UI untuk mengantar Galih ke FTUI. Di sana, Saya sempatkan untuk mengajak Ruli jalan2 disekitaran danau UI. Setelah itu saya mengantar Ruli mencari alamat temannya. Ketemu, minta minum, ngobrol, pamit pulang, dan mengantar Ruli ke jl Margonda Raya. Ia ingin pulang menggunakan Deborah yang memang lewat sana. Akhirnya kita berpisah disana, gak pake peluk2an dan gak pake nangis2, karena disana terlalu ramai. Takut dikira apa gitu.

Tak berapa lama setelah itu.

S: Rul, motor gw jd mantap tarikannya kl lo ga naikin. Ko bs ya?
R: HahahahahaH Gelo luu Har.. Ya iyalah berat kita berdua..

Sore harinya.

S: Ruli, sesungguhnya lo ga perlu pergi2 cari duit.. Klo lo merasa duit lo ga hilang. (Saya iseng SMS ini karena sebelumnya dia bilang dia kerja untuk nyari uang. Saya disini ingin melucu.)
R: Maksudnya??
S: Ga ngerti y? Haha. Klo lo ngrasa duit lo hlg, baru lo nyari duit, nyari duit yg hlg. Kl ga hlg y ngapain dcari.
R: HahahahaH Apaan sih HAR.. Kaga ngarti gw..
S: Ah ga asik ah. Pdhl gw pgn nglucu, tp lo nya g ngrti. Jd basi deh. Haha. (Tapi gagal, karena dia ga ngerti maksudnya.)
R: AhajahahaH Ini aja gw udh ketawa karena kaga ngarti apa yg mau lu sampaikan.. HahahahaH Ambigu sih kata2 lu..
 
Setelah itu SMS terputus. Keesokan harinya saya kembali SMS dia.

S: Salam. Rul, suka main inet ga? Punya akun twitter ga?

Rencana saya mau sharing kisah ini kepadanya. Tapi sampai sekarang gak ada balasan dari dia. Mungkin dia sedang sibuk menghitung uang masyarakat Indonesia atau mungkin sedang melakukan kegiatan yang lainnya.

Lain kali ya, Rul, kita begini lagi, bersama teman2 KKN yang lain, biar kita makin heboh menggilanya. Tetap jadi orang asyik ya, Rul, biar saya enak ngobrolnya. Jangan sering2 serius ya, Rul, nanti hidup malah jadi monoton, serasa membosankan.

Untuk teman2 KKN yang lainnya, saya sungguh minta maaf gak mengajak kalian untuk ikut serta menginap dirumah saya. Sungguh, saya benar2 lupa. Dilain waktu, saya akan ajak kalian juga ya. Nanti kita membicarakan semua kenangan yang telah kita buat dulu ya, dan juga membuat kenangan baru yang patut diceritakan kelak kepada orang2 yang kita sayangi. InsyaALLAH.

Sesungguhnya kita menjadi seperti sekarang ini karena kehendak Allah, sesungguhnya kita dapat bertemu disana karena kehendak Allah. InsyaALLAH, kelak kita dapat dipertemukan lagi, Rul dan Gal, dengan teman2 KKN yang lain juga atas ijinNya.

Alhamdulillah.

Alharaz, yang katanya senang mempunyai teman2 seperti kalian, Anak2 KKN GIAT 2010

Laba-laba, oh, laba-laba

Bismillah.

Depok, dimaghrib yang indah bagi sebagian orang yang sedang menjalankan puasa.

Ketika Maghrib itu saya sedang dimeja makan, sedang makan gehu dan tempe goreng yang sudah tersedia disana. Beserta air mineral dingin bermerk yang baru saja diangkat dari kulkas yang katanya kalau minum air dingin bisa bikin perut menjadi buncit. Maka saya pun mencobanya.

Dikolong meja makan juga terdapat si Meng-meng yang sedang bersantai menunggu makannya tersedia ditempatnya. Saya elus-elus saja dia supaya tidak rewel karena makanannya memang tidak akan dihidangkan, karena sudah habis. Tadinya mau saya kasih gehu, tapi pasti ga akan dimakan, da diamah memang kucing, pemakan daging. Kucing jalu tukang berkelahi yang kuping kanannya patah yang sudah 6 tahun tinggal bersama keluarga saya. Duh, jadi sedih ingin nangis..

Saat itu, sudah gehu yang kedua dan tempe yang kesekian yang telah saya lahap, tiba-tiba muncullah Hadi yang menyelendangkan handuk dan membawa baju ganti serta kolor yang dipakaikan dikepalanya terburu-buru kebawah dan mengambil sendok makan dari tempatnya untuk membuka lemari penyimpanan alat mandi beserta kroni-kroninya. Oke, yang kolor dikepala itu saya boleh tipu. Sendok itu adalah kunci untuk membuka lemarinya, karena gagang pintunya sudah patah. pakai garpu dan pisau sebenarnya juga bisa, tapi mungkin Hadi lebih menyukai sendok.

Hadi adalah adik pria saya satu2nya yang sedang menimba ilmu dikelas 2 SMP. Dia orangnya lucu, tapi bukan badut, tinggi, tapi bukan galah, putih, tapi bukan orang barat, asik, mantap, keren, asoy dan geboy, serta sebagainya dan sebagainya. Sejak saya tahu Hadi itu gendut, saya mencoba mengubek2 perutnya, saya sangat menyukainya dan pada saat itu juga saya memproklamirkan menjadi salah satu hobi saya.

Ternyata Hadi ingin mengambil shampoo dari lemari itu, karena dia ingin shampoo-an dikala ia mandi.

Sayapun iseng bertanya,"De, mau ngapain?"
"Ini A, mau ngambil Shampoo." Jawabnya.
"Lho, dikamar mandi atas kan masih ada?"
"Iya, masih. Tapi De Hadi mau mandi di kamar mandi bawah."
"Kenapa memangnya? Diatas ga ada air?"
"Ada, tapi dikamar mandi atas ada laba-laba A."
"Terus, kenapa memangnya kalau ada laba-laba?"
"De Hadi takut A, takut digigit."
"Ya Gapapa, nanti siapa tahu bisa jadi Spiderman."
"Ga lah A, De Hadi ga mau ngambil resiko. Nanti malah kenapa2, kan bahaya." Ucapnya tegas dan serius, yang membuat saya menjadi ingin ketawa.

"Hehe, ya jangan takut donk. Laba-labanya juga takut sama De Hadi yang badannya besar." Kata saya.
"Ngga ah A." Ucap dia.

TIba-tiba saya teringat masa lalu. Pikiran saya mengalir ke masa ketika saya masih sebesar dia. Maksudnya seumuran dia, bukan sebesar badan dia.

"Tahu ga De, waktu Aa masih seumuran De Hadi ya, Aa melihara laba-laba." Saya bernostalgia.
"Oh masa sih A?" Tanya dia, penuh keingintahuan.
"Iya De, dulu dikamar mandi juga banyak laba-laba. Ada yang besar ada juga yang kecil. Setiap Aa mandi, suka Aa kasih makan laba-labanya." Jawab saya.

Hadi masih mendengarkan saya bicara.

"Aa kasih makan nyamuk itu laba-labanya. biasanya Aa tepok atau Aa jebak nyamuknya dengan sabun. Caranya, tangan disabunin, terus deketin aja gitu ke nyamuknya. nanti nyamuknya kejebak. Jadi nyamuknya masih utuh dan ga hancur. Setelah itu dilempar ke sarang laba-labanya." Kataku, penuh kebanggaan.

"Ohhh." Kata Hadi, masih menyelendangkan handuk dan membawa baju ganti. Yang kolor dikepalanya itu jangan diambil serius, saya cuma bercanda.

"Iya, nanti laba-labanya pada rebut2in itu nyamuknya. Biasanya yang paling dekat dengan nyamuknya itu yang mendapatkannya."

"Yaiyalah A." Kata Hadi.

"Terus, yang bikin Aa senang kalau laba-labanya udah ngelilitin nyamuknya itu, senang aja ngeliatnya. Andai kalau waktu itu Aa udah punya HP berkamera sih Aa foto2in sama Aa Video-in. Nanti deh kita coba ya." Kataku.

"Iya A. Yaudah ya De Hadi mau mandi dulu, A." Kata dia, sekaligus menutup pembicaraan.

"Oke De, udah makin malam ini. jangan lama2 mandinya." Kata saya, seraya menyeruput air mineral dingin dan mengambil beberapa tempe goreng lagi karena masih belum kenyang.

Alhamdulillah.


Alharaz, yang katanya pernah bangga memelihara laba-laba dikamar mandi rumahnya dulu.